Suster Natalia Tanggung Beban Moral Usai Dana Gereja Rp 28 M Hilang
SARANGBERITA.COM – Suster Natalia, salah satu pimpinan gereja yang dana umatnya digelapkan senilai Rp 28 miliar, akhirnya angkat bicara. Ia mengaku sedang menanggung beban moral yang sangat berat setelah kasus tersebut mencuat ke publik.
Beban Moral Suster Natalia
Dalam wawancara eksklusif, Suster Natalia mengatakan bahwa sebagai salah satu yang bertanggung jawab atas keuangan gereja, ia merasa sangat bersalah karena tidak dapat mendeteksi penyimpangan tersebut lebih awal.
“Saya merasa sangat terpukul. Umat telah mempercayakan dana mereka untuk kepentingan gereja dan pelayanan, tapi justru hilang. Ini beban moral yang sangat berat bagi saya,” ujarnya dengan suara bergetar.
Kronologi Singkat Kasus
Kasus ini mencuat setelah terungkap bahwa seorang mantan pegawai BNI diduga melakukan penyimpangan dana gereja melalui transaksi di luar sistem resmi bank. Total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp 28 miliar.
Suster Natalia menegaskan bahwa pihak gereja telah bekerja sama penuh dengan pihak kepolisian dan BNI untuk mengusut kasus ini hingga tuntas.
Respons Gereja
Pimpinan gereja menyatakan akan melakukan audit internal menyeluruh dan memperkuat sistem pengelolaan keuangan agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka juga meminta umat untuk tetap tenang dan terus mendukung pelayanan gereja.
“Kami mohon maaf kepada seluruh umat. Ini adalah pelajaran berharga bagi kami untuk lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola dana umat,” tambah Suster Natalia.
Apakah menurut Anda beban moral Suster Natalia sudah cukup? Bagaimana seharusnya gereja mencegah kasus serupa di masa depan?