Pakar Militer: Manuver Ciamik Indonesia Penuh Risiko
SARANGBERITA.COM – Pakar militer dari Universitas Pertahanan (Unhan) menilai manuver diplomasi dan strategi pertahanan Indonesia saat ini sangat ciamik, namun mengandung risiko tinggi di tengah ketegangan geopolitik global yang semakin kompleks. Menurutnya, Indonesia sedang bermain di “tali yang sangat tipis” antara kekuatan besar dunia.
Dalam diskusi publik yang digelar Senin (13/4/2026), pakar militer Mayor Jenderal TNI (Purn) Dr. Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintah Indonesia belakangan ini menunjukkan kemampuan diplomasi yang tinggi. Namun, ia juga memperingatkan bahwa setiap langkah tersebut membawa risiko strategis yang tidak boleh dianggap remeh.
“Indonesia sedang melakukan manuver yang sangat ciamik, tapi juga sangat berisiko. Kita sedang berusaha menjaga keseimbangan di antara kekuatan-kekuatan besar, namun ruang gerak kita semakin sempit,” ujar Budiman.
Manuver yang Dinilai Ciamik
Budiman mencontohkan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dan upaya menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat serta China sebagai contoh manuver yang cerdas. Menurutnya, Indonesia berhasil menjaga hubungan dengan semua pihak tanpa terjebak dalam blok kekuatan mana pun.
Risiko yang Mengintai
Meski demikian, pakar militer ini memperingatkan beberapa risiko besar, antara lain kemungkinan tekanan ekonomi dari negara adidaya, ancaman keamanan di wilayah perbatasan. Serta potensi konflik di Laut China Selatan yang dapat menyeret Indonesia ke dalam pusaran ketegangan lebih besar.
Rekomendasi Pakar
Budiman menyarankan agar Indonesia terus memperkuat pertahanan mandiri, meningkatkan diplomasi pertahanan, dan mempercepat modernisasi alutsista tanpa bergantung pada satu negara saja.
Analisis ini muncul di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu. Termasuk ketegangan AS-Iran, konflik di Ukraina, dan persaingan AS-China di Indo-Pasifik. Indonesia sebagai negara dengan posisi strategis dijalankan dengan sangat hati-hati oleh pemerintahan Prabowo.
Pakar militer menilai manuver Indonesia saat ini sangat ciamik, tetapi penuh risiko. Keberhasilan atau kegagalan langkah-langkah ini akan sangat menentukan posisi Indonesia di panggung dunia dalam beberapa tahun ke depan. Semua pihak diharapkan mendukung kebijakan luar negeri yang prudent dan berwawasan ke depan.