Minat Kripto Anjlok, Google Trends Catat Rekor Terendah
SARANGBERITA.COM – Minat kripto anjlok secara drastis pada awal tahun 2026 ini. Berdasarkan data terbaru dari Google Trends, volume pencarian global untuk kata kunci terkait aset digital menyentuh titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Fenomena ini tentu mengejutkan banyak pihak, terutama mengingat popularitas aset kripto yang sempat meledak sebelumnya.
Baca Juga
Guru Dibantai KKB di Ruang Kelas Tragedi Pendidikan di Papua
Mengapa Minat Kripto Anjlok di Google Trends?
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan minat kripto anjlok di mata masyarakat umum. Pertama, kondisi makroekonomi global yang tidak menentu membuat banyak investor ritel lebih memilih aset yang dianggap lebih aman. Sebagai contoh, penguatan nilai Dolar AS dan kenaikan suku bunga seringkali membuat aset berisiko seperti Bitcoin kehilangan daya tariknya.
Selain itu, kejenuhan pasar juga menjadi alasan kuat. Setelah mengalami lonjakan harga yang signifikan pada tahun-tahun sebelumnya, kini banyak pengguna yang mulai bersikap skeptis. Oleh karena itu, volume pencarian di Google pun menurun karena tidak banyak lagi orang baru yang mencoba mencari tahu cara membeli atau berinvestasi di aset kripto.
Perbandingan Data Google Trends Tahun ke Tahun
Jika kita membandingkan data saat ini dengan periode puncaknya, perbedaannya sangat mencolok. Minat kripto anjlok hingga lebih dari 70% jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa. Hal ini menandakan bahwa euforia yang selama ini menggerakkan pasar mulai meredup secara perlahan.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait penurunan ini:
- Volume pencarian kata kunci “Bitcoin” turun ke level terendah sejak 2024.
- Pencarian untuk “NFT” dan “Altcoin” hampir menghilang dari radar pencarian populer.
- Minat investor ritel di Asia dan Amerika Serikat menunjukkan pola penurunan yang serupa.
Dampak Penurunan Minat Terhadap Harga Pasar
Meskipun minat kripto anjlok secara statistik di Google, bukan berarti aktivitas pasar berhenti sepenuhnya. Namun, penurunan minat pencarian biasanya berkorelasi dengan likuiditas yang mengecil di bursa kripto. Akibatnya, pergerakan harga menjadi lebih lesu karena kurangnya “darah baru” atau modal dari investor ritel yang masuk ke pasar.
Selanjutnya, kondisi ini seringkali dianggap sebagai fase konsolidasi oleh para analis profesional. Meskipun demikian, bagi sebagian besar masyarakat, berkurangnya pembahasan mengenai kripto di media sosial dan mesin pencari merupakan sinyal untuk tetap waspada. Jadi, sangat penting bagi Anda untuk memantau data on-chain selain hanya mengandalkan tren pencarian.
Strategi Investor di Tengah Lesunya Tren
Di tengah situasi saat minat kripto anjlok, apa yang sebaiknya dilakukan oleh para trader? Pertama-tama, tetaplah tenang dan jangan melakukan keputusan impulsif. Karena sejarah menunjukkan bahwa pasar kripto seringkali bergerak secara siklis. Jadi, periode sepi seperti ini justru sering dimanfaatkan oleh investor besar atau “whale” untuk mengakumulasi aset di harga rendah.
Di sisi lain, Anda juga perlu memperdalam literasi keuangan. Alih-alih hanya mengikuti tren pencarian Google yang sedang turun, fokuslah pada fundamental proyek yang Anda miliki. Bagaimanapun juga, teknologi blockchain tetap berkembang meskipun minat publik secara luas sedang mengalami penurunan sementara.
Update Info Terkini Setiap Hari : https://sarangberita.com/