Begini Makna Lebaran Airlangga Demi Ekonomi 5,5%
SARANGBERITA.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Lebaran Idul Fitri 1447 H / 2026 memiliki makna besar bagi target pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,5% di tahun ini. Lonjakan konsumsi rumah tangga selama libur Lebaran menjadi pendorong utama.
Airlangga Hartarto menyatakan, periode Lebaran selalu menjadi momentum penting bagi perekonomian nasional. Tahun ini, konsumsi rumah tangga diproyeksi tumbuh signifikan karena mudik, belanja kebutuhan hari raya, dan aktivitas wisata domestik yang kembali ramai pasca-pandemi.
Baca Juga
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Sabtu 21 Maret 2026: Idul Fitri Resmi Dirayakan!
Lebaran Jadi Pengungkit Ekonomi
Menurut Airlangga, konsumsi rumah tangga menyumbang sekitar 55% dari PDB Indonesia. Selama Lebaran, terjadi peningkatan belanja untuk makanan, pakaian baru, transportasi, dan oleh-oleh. “Ini momentum yang kita manfaatkan untuk dorong pertumbuhan ekonomi ke 5,5%,” ujarnya usai shalat Id di Masjid Istiqlal, Sabtu (21/3/2026).
Faktor Pendukung Target 5,5%
Airlangga menjelaskan beberapa faktor kunci yang mendukung target tersebut:
- Lonjakan konsumsi selama Ramadhan dan Lebaran
- Pemulihan sektor pariwisata dan UMKM
- Program bansos dan THR ASN yang meningkatkan daya beli
- Stabilitas inflasi di bawah 3%
- Peningkatan investasi infrastruktur dan hilirisasi
Baca Juga
Maroko Dinyatakan Juara AFCON 2025 Usai Senegal Didiskualifikasi
Pemerintah Optimistis Capai Target
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,2–5,5% sepanjang 2026. Airlangga optimistis target atas bisa tercapai berkat momentum Lebaran dan kebijakan pro-rakyat. Ia juga mengimbau masyarakat berbelanja bijak agar daya beli tetap terjaga hingga akhir tahun.
Penutup
Lebaran 2026 bukan sekadar hari raya, tapi juga momentum ekonomi nasional. Dengan konsumsi yang kuat dan kebijakan tepat, Indonesia diyakini mampu mencapai pertumbuhan 5,5%. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H – mohon maaf lahir dan batin.