Kecam Israel, Rusia Desak Lebanon
SARANGBERITA.COM – Rusia mengecam keras serangan Israel ke wilayah Lebanon dan mendesak agar Lebanon menjadi bagian tidak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa gencatan senjata AS-Iran harus memiliki dimensi regional, termasuk Lebanon, agar konflik tidak semakin meluas.
Kecaman Rusia terhadap Israel
Pertama-tama, Rusia menyatakan bahwa serangan Israel ke Lebanon yang terjadi meski gencatan senjata AS-Iran sudah disepakati merupakan pelanggaran serius. Selain itu, serangan tersebut telah menewaskan ratusan orang dan mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.
Oleh karena itu, Moskow menuntut agar serangan ke Lebanon segera dihentikan dan dimasukkan ke dalam kesepakatan gencatan senjata.
Desakan Rusia agar Lebanon Disertakan
Lebih lanjut, Lavrov menekankan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran harus memiliki “dimensi regional” dan secara khusus berlaku untuk Lebanon. Akibatnya, Rusia berharap gencatan senjata tidak hanya berhenti pada Iran, melainkan juga mencakup kelompok-kelompok yang didukung Iran di Lebanon.
Meskipun demikian, hingga saat ini Israel belum menunjukkan tanda-tanda menghentikan operasi militernya di Lebanon.
Dampak terhadap Perundingan Damai
Selanjutnya, sikap Rusia ini semakin memperkuat posisi Iran yang juga menuntut Lebanon menjadi bagian dari kesepakatan. Akhirnya desakan ini berpotensi memengaruhi kelanjutan perundingan damai di kawasan, terutama menjelang pertemuan di Islamabad.
Situasi Terkini
Hingga 8 April 2026, ketegangan di Lebanon masih tinggi meski gencatan senjata AS-Iran telah diumumkan. Oleh karena itu, Rusia terus mendorong semua pihak untuk segera menghentikan kekerasan dan memperluas kesepakatan gencatan senjata agar mencakup seluruh kawasan.