Sarangberita.com, Jakarta – Inggris dikenal sebagai salah satu negara dengan sejarah kolonialisme yang panjang. Berdasarkan penelitian, Inggris tercatat pernah menjajah atau menguasai sekitar 90% dari total negara yang ada di dunia saat ini.
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh sejarawan Stuart Laycock, Inggris pernah menduduki atau mengintervensi 171 dari 195 negara di dunia saat ini. Artinya, hanya 24 negara yang tidak pernah mengalami campur tangan Inggris.

Ekspansi kolonial Inggris dimulai sejak abad ke-16 dan mencapai puncaknya pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Kekaisaran Inggris pernah menjadi yang terbesar di dunia, mencakup sekitar 35 juta kilometer persegi.
India menjadi salah satu koloni paling berharga bagi Inggris selama hampir 200 tahun. Eksploitasi ekonomi dan politik di India berkontribusi besar terhadap kejayaan ekonomi Inggris.
Sebelum merdeka pada tahun 1776, Amerika Serikat merupakan bagian dari koloni Inggris. Perang Revolusi Amerika akhirnya membawa kemerdekaan bagi negara tersebut.
Bahasa Inggris, sistem hukum common law, serta sistem pemerintahan parlementer banyak diadopsi oleh negara-negara yang pernah dijajah Inggris, termasuk India, Kanada, Australia, dan beberapa negara di Afrika.
- Meskipun kolonialisme Inggris telah berakhir, dampaknya masih terasa dalam berbagai aspek, seperti batas wilayah, konflik etnis, serta sistem ekonomi di banyak negara bekas jajahan.
Dengan sejarah penjajahan yang begitu luas, Inggris menjadi salah satu kekuatan dunia yang paling berpengaruh dalam sejarah modern. Namun, warisan kolonialisme juga meninggalkan dampak yang kompleks bagi negara-negara yang pernah dijajah.