BGN Minta Maaf Buntut 72 Siswa di Jaktim
SARANGBERITA.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meminta maaf kepada masyarakat dan keluarga korban atas insiden 72 siswa di Jakarta Timur yang diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi spageti dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Insiden Keracunan Massal
Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (3/4/2026) siang di salah satu sekolah dasar di wilayah Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Sebanyak 72 siswa kelas 1 hingga 6 dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan diare setelah makan siang berupa spageti yang disediakan melalui program MBG.
Sebanyak 28 siswa harus dirawat di rumah sakit, sementara sisanya menjalani perawatan di Puskesmas setempat. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa.
BGN Minta Maaf dan Lakukan Investigasi
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan permintaan maaf secara resmi atas kejadian tersebut.
“Atas nama BGN, kami sangat menyesal dan meminta maaf atas insiden yang terjadi. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami,” ujar Dadan dalam konferensi pers, Sabtu (4/4/2026).
BGN langsung membentuk tim investigasi untuk menelusuri penyebab keracunan. Dugaan sementara mengarah pada kontaminasi bakteri pada bahan makanan atau proses pengolahan yang tidak sesuai standar higiene.
Langkah Penanganan
BGN telah menghentikan sementara penyediaan menu spageti di seluruh satuan pelayanan program MBG di Jakarta Timur. Selain itu, pihaknya juga melakukan audit mendadak terhadap seluruh penyedia makanan di wilayah tersebut.
“Kami akan mengevaluasi seluruh rantai pasok dan proses produksi makanan MBG agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Dadan.
Respons Orang Tua
Beberapa orang tua korban menyatakan kekecewaan dan kekhawatiran mereka. Mereka meminta pemerintah untuk meningkatkan pengawasan ketat terhadap program Makan Bergizi Gratis agar kejadian ini tidak terulang di kemudian hari.
Kesimpulan: Insiden keracunan massal yang menimpa 72 siswa di Jakarta Timur menjadi tamparan keras bagi program Makan Bergizi Gratis. BGN telah meminta maaf dan berjanji melakukan perbaikan menyeluruh. Masyarakat berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar keselamatan anak-anak sekolah tetap menjadi prioritas utama.