Bagaimana Jakarta Harus ”Berperang” Melawan Sapu-sapu?
SARANGBERITA.COM – Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) kini menjadi “musuh bersama” bagi ekosistem perairan di Jakarta. Setelah penangkapan massal mencapai 6,98 ton, pertanyaan besar muncul: bagaimana cara efektif “berperang” melawan ikan invasif ini?
Mengapa Sapu-sapu Berbahaya?
Ikan sapu-sapu adalah spesies asing yang sangat adaptif. Ia memangsa telur dan anak ikan asli, merusak vegetasi air, serta mengganggu keseimbangan ekosistem sungai dan waduk. Di Jakarta, ikan ini sudah menyebar luas di Sungai Ciliwung, Citarum, dan beberapa waduk.
Strategi yang Sedang Dibahas
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta para pakar lingkungan tengah merumuskan strategi komprehensif, antara lain:
- Penangkapan Massal Secara Berkala menggunakan jaring dan alat tangkap ramah lingkungan
- Pemusnahan yang Diawasi Ketat agar tidak disalahgunakan atau dibuang sembarangan
- Program Edukasi Masyarakat agar tidak lagi memelihara atau melepas ikan sapu-sapu ke perairan umum
- Restorasi Ekosistem dengan menanam kembali tanaman air asli dan melepas ikan predator alami
- Regulasi yang Lebih Ketat terhadap perdagangan ikan hias invasif
Pendapat Pakar
Ahli ikan invasif dari IPB University, Dr. Agus Priyono, menyatakan bahwa penanganan sapu-sapu harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. “Tidak cukup hanya menangkap, kita juga harus mencegah penyebarannya lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas KPKP DKI Jakarta berjanji akan terus melakukan razia dan sosialisasi intensif ke masyarakat.
Apakah menurut Anda Jakarta sudah cukup serius “berperang” melawan ikan sapu-sapu?